
thesunsbrightside
Dec 18, 20251 min read
Arunika
“Persetan”, umpatku di sela lelah, lamban alun nadiku. Belum seminggu kutinggal bara yang tak mau menyala, Dan kini kau ingin ku hadir dalam sedetik, Menarik— namun tak ada harapku, sbab malam itu? Harus, kau harus kembali ke pintu rumahmu. Ah, sialan, Sungguh sungguh sialan. Hanyut kikukku dalam hangat peluk sukmamu. “Kita benci ramai, mau ke tempatku?” Dua sekoci liar, lawan arus tuk bertemu Larung aku, dalam indah jurang jujurmu, Runtuh rapuh tembok baja jiwaku ragaku, Ang



